Istirahat Jual Bibit dan Pohon Spathodea

Istirahat Jual Bibit dan Pohon Spathodea

Istirahat Jual Bibit dan Pohon Spathodea

Di cuaca yang panas seorang yang sudah keriput menggayuh sepeda ontanya. Berjalan dari arah utara ke selatan. Berjalan agak lambat. Sepeda tua yang berwarna sedikit kusam membuat sepeda berbunyi agak keras. Dengan gayuhan yang sedikit lambat seakan-akan sepeda yang di gayuh tidak berjalan sama sekali. Dengan tiupan angin yang kencang membuat sepeda bergoyang saat di kendarai. Namun bapak tua itu tetap berjalan lurus. Bapak tua itu membawa gerobak kayu di boncengan belakang sepedanya. Bapak tua ini terlihat sedang membawa tanaman yang ukurannya mulai dari masih kecil hingga besar tingginya sekitar dua meter sampai tiga meter. Bapak tua ini sedang Jual Bibit dan Pohon Spathodea. Beliau berjualan berkeliling menelusuri jalan yang ada. Bapak tua ini seakan tanpa lelah menjajakan dagangannya keliling. Beliau membawa dagangan yang tidak sedikit dalam gerobak kayunya.

Bapak tua yang selama ini terbiasa berjalan lewat jalan itu membuat para warga merasa iba. Terlihat seorang yang tua dengan pakaian seadanya. Beliau menggunakan topi yang sudah tidak bagus lagi dan sedikit sobek pada bagian belakang topi. Beliau juga menggunakan baju yang bagian punggungnya ada sobekan. Terlihat juga beliau membawa sebungkus nasi yang di taruh di samping gerobak kayunya dan sebotol air minum putih. Beliau menjajakan dagangannya dengan keadaan yang seperti demikian namun tetap bertahan berkeliling di cuaca yang panas ini. Bapak tua ini bersemangat untuk menjajakan dagangannya. Bapak tua Jual Bibit dan Pohon Spathodea sudah berjualan selama tga puluh tiga tahun lamanya. Sehingga sudah banyak pelanggan yang membeli bibit dan pohon di bapak tua ini.

Setiba di bawah pohon besar tengah sawah, bapak tua ini berhenti di bawah pohon tersebut. Beliau berhenti dengan sedikit tersaik-saik. Beliau terlihat sedang menaruh sepedanya di samping pohon. Beliau langsung duduk pada di atas rumput yang berwarna hijau. Bapak tua yang terlihat kecepakan juga membuka bungkusan makanannya. Dan mengambil sebotol air putihnya. Beliau yang terlihat hanya membawa nasi putih sedikit. Berlauknya krupuk dan tempe sambal tomat. Dengan lauk seadaanya terlihat bapak tua ini sedang lahap menyantap makanan yang dibawakan oleh istrinya dari rmah. Beliau menikmati makan yang ada sambil melihat pemandangan sawah yang sejuk. Selain itu beliau juga tidak lupa sebelum makan mencuci tangannya. Sesudah makan beliau bergegas mengambil air kembali di kali samping sawah untuk menyiram tanaman di grobaknya. Beliau sedikit kecapekan dengan membawa air dalam ember yang sudah dibawanya dari rumah. Bapak tua ini sangat bersemangat Jual Bibit dan Pohon Spathodea. Sesudah menyiram bapak tua ini langsung beristirahat di bawah pohon tersebut.

Leave a Reply