Ciplukan Pencegah Kanker Paru-Paru

Ciplukan Pencegah Kanker  Paru-Paru

Ciplukan tanaman yang bernama latin Physalis angulata L. adalah tumbuhan herba anual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul.

Ciplukan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, tepi hutan. ciplukan biasa didapati bercampur dengan herba dan semak lainnya di kebun, tegalan, sawah yang mengering, tepi jalan, tepi hutan dan bagian-bagian hutan yang terbuka disinari terik matahari. Buahnya digemari anak-anak. Seluruh bagian tumbuhan, dari daun sampai akar dan biasanya dikeringkan lebih dulu, digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional. Kandungan ciplukan Terdapat kandungan asam sitrat dan fisalin dalam buahnya. Selain itu, terdapat pula alkaloid, asam malat, tanin, kriptoxantin, vitamin C.

Ciplukan memiliki manfaat yang besar banget khusus nya sebagai pencegah kanker paru-paru. Menurut Penelitian dari Sharon seorang peneliti yang berasal dari Kyoto University, Jepang menyatakan bahwa Kandungan flavonoid dan kriptoxantin yang ada dalam ciplukan memiliki fungsi untuk proteksi dari bakteri dan virus yang ada di sekitar alveoli selain itu dalam menurunkan aktivitas tumor dan alasan itu yang membuat ciplukan sebagai pencegah kanker paru-paru.

Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan; untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *